History

Punk selalu memiliki cerita tentang dirinya yang menjadi media berproses bagi siapapun yang terlibat di dalamnya. Dalam rentang waktu proses itu mereka, yang cukup sadar untuk melihatnya, bisa menemukan dialog, argumentasi, pengalaman, pembelajaran dan nilai-nilai yang membentuk dan dibentuk oleh pelakunya.

Sejak awal berdirinya di tahun 1996, Jeruji merupakan manifestasi dari evolusi musik dan semangat yang lahir dari skena hardcore punk Bandung khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Sejak inisiasi awal oleh Aldonny, Heru, Dicky dan Hendra, hingga fase terkini, Jeruji berarti pula proses transisi itu sendiri ketika mereka memutuskan membuat band ini menjadi kendaraan tak hanya untuk bersuara dan berekspresi bagi diri mereka sendiri, namun pula upaya memberi kontribusi bagi hal-hal yang lebih besar di luar identitas mereka.

Di era rezim Orde baru pada pertengahan 90an, band ini terbentuk dengan nama Mutant X, dan seperti halnya band di era itu,  mereka membawakan versi cover lagu-lagu dari band favorit mereka. Mereka merubah nama menjadi Jeruji, ketika memutuskan untuk mencari kata yang lebih melokal dan dianggap mewakili mereka. Mencoba menulis materi mereka sendiri dengan pengaruh band-band punk era generasi kedua dan UK’82, mulai dari Chaos UK, Varukers, GBH era awal dan tentu saja Discharge. Kondisi Indonesia yang mengalami transisi sosial-politik kala itu mempengaruhi secara langsung penulisan lirik mereka. Tak hanya merefleksikan kehidupan keseharian anak muda urban, lirik mereka juga adalah suara protes (baik terhadap penindasan kebebasan berekspresi maupun ketidakadilan ekonomi-politik saat itu).

jeruji-rebelsoul

Dengan kombinasi agresi musik dan lirik yang unik, tak membutuhkan waktu lama bagi Jeruji menjadi salah satu band dalam barisan depan di skena Hardcore Punk Bandung era awal itu. Pencapaian pertama adalah ketika lagu mereka No Really Competitions menjadi salah satu band dalam kompilasi bersejarah dan ikonik Bandung’s Burning pada tahun 1997 yang diproduksi oleh Riotic Recs. Pada tahun yang sama pula, Jeruji menerima ajakan Luk Haas (asal Perancis) dari Tian An Men Records untuk terlibat dalam kompilasi dalam bentuk vinyl 7” (dan merupakan vinyl pertama di skena punk HC Bandung). Lagu mereka “Pianjingeun” menjadi salah satu lagu di kompilasi yang hari ini menjadi arsip penting dalam sejarah skena independen Bandung tersebut.

Berbekal lagu-lagu tadi dan sejumlah lainnya yang mereka tulis di era itu, Jeruji intens menjajaki panggung-panggung hingga pada tahun 1998 mereka merekam semua materi yang mereka miliki yang kemudian menjadi album pertama mereka, Freedom, yang dirilis oleh 41 Recs Bandung. Pada tahun yang sama juga mereka melibatkan satu lagu, Broken , untuk kompilasi ikonik lainnya di era itu, Brain Beverages yang dirilis oleh Harder Records dan 40124 Recs.

Setelah kompilasi demi kompilasi, panggung demi panggung, Jeruji merilis album kedua mereka, Lawan, via Napi Records, ditandai oleh penambahan personil pada gitar, Robby, bergabung memberi warna baru bagi Jeruji. Kehadirannya memberikan warna signifikan dengan mulai menambahkan unsur metal pada musik mereka. Tak lama, mereka terlibat dalam satu kompilasi live recording yang melibatkan 3 band pionir Bandung lainnya, Puppen, Forgotten dan Blind To See. Direkam secara live di Dago Tea House Indoor pada tahun 2001.

Pada akhir tahun 2003, dengan formasi Aldonny ”Themfuck”, Heru, Robby, Sanny dan Opick merampungkan album yang ketiga mereka dan dirilis setahun kemudian. Album 3rd ini dirilis oleh Subciety Records dan semakin menampakkan progress secara musikal yang lebih merapat pada NY Hardcore modern dengan riff-riff metalik. dari album mereka sebelumnya

andre-vinsenCorak musik ini dipertahankan dan disempurnakan pada album ke-4 mereka “Warlock”, dengan pergantian line-up yang cukup signifikan, ketika mereka dan skena Bandung harus kehilangan salah satu gitarisnya dan seorang pendiri grup itu, Heru yang meninggal dunia pada tahun 2011. Posisinya digantikan oleh Ayi dan Badik (Balcony/Savor of Filth) untuk sementara waktu. Tak lama kemudian Robby digantikan oleh Ale (Full of Hate), ketika ia mengalami kecelakaan yang cukup fatal di tahun yang sama. Posisi Ale digantikan Andre Vinsens dua tahun kemudian, hingga hari ini. Pada tahun 2015 lalu, Jeruji harus mengikhlaskan pula vokalis karismatik mereka, Themfuck yang mengundurkan diri saat ia memerlukan waktu lebih banyak untuk membenahi usaha ekonomi yang ia rintis. Ginan, ex-vokal Mood Altering dan penggiat komunitas Rumah Cemara menggantikannya tak lama kemudian.